Berita Bisnis : BPR Harus Waspadai NPL
SURABAYA - Bank Indonesia (BI) terus mendorong agar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) membenahi kinerjanya. Sebab, saat ini angka kredit bermasalah (nonperforming-loan) cukup tinggi. Hingga Juli tahun ini, dari 348 BPR di Jatim, 58 diantaranya tingkat NPL-nya masih di atas 30 persen.
Pemimpin BI Surabaya Amril Arief mengatakan, 58 BPR yang NPL nya masih tinggi itu, saat ini dimasukkan ke dalam pengawasan khusus. Dan pihaknya akan terus memperingatkan BPR agar berusaha menekan NPL. Pasalnya, NPL bisa menyebabkan perbankan rugi karena akan kesulitan mengucurkan kredit. “Jika tingkat kredit bermasalah makin tinggi, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BPR bisa negatif,” tuturnya di sela acara buka puasa bersama kemarin (16/9).
Tingginya NPL BPR, menurut dia, disebabkan bank kelas dua tersebut terlalu berambisi mengejar target sehingga kurang hati-hati dalam menyalurkan kredit. Umumnya, analisa kredit, termasuk analisa lapangan BPR masih longgar. Setelah kredit dikucurkan, BPR juga tidak memonitor dengan baik perkembangan nasabah. Apalagi, saat ini kondisi usaha nasabah, yang sebagian besar adalah UKM sedang menurun. “Kebanyakan kredit BPR dikucurkan kepada sektor pertanian dan perikanan,” jelas Amril.
Dia mengakui, saat ini BPR menghadapi persaingan yang sangat ketat dengan bank umum dan koperasi simpan-pinjam. Apalagi, bank umum sedang gencar menggenjot Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Jika pengelolaan BPR kurang baik, kondisinya saat ini akan sangat berat. “Bank umum dan koperasi adalah saingan berat,” ujarnya.
Dia berharap agar BPR yang saat ini temasuk kategori lampu kuning segera membenahi kinerjanya. Untuk menekan NPL yang masih tinggi, lanjut dia, BPR harus menerapkan beberapa strategi. Diantaranya, menambah modal dan menambah jaminan kredit *Jawapos.
This entry was posted on Wednesday, September 17th, 2008 at 11:37 am and is filed under bisnis indonesia. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


September 17th, 2008 at 9:23 pm
untung gak nyimpen di BPR, kapok dulu py uang dikit nyimpen di lembaga penyimpanan selain bank.
September 18th, 2008 at 12:59 am
hilang ya bos ?