Bisnis Indonesia : Indeks Saham Terus Menguat

BURSA saham dunia masih terguncang. Namun transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), meski sentimennya negatif, mencatat torehan positif. Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 17,77 poin (1 persen) menuju level 1.787,67. Indeks LQ-45 naik 5,632 poin (1,59 persen) menjadi 360,724.

Pada perdagangan sesi pertama, IHSG sempat terempas 57,01 poin (3,22 persen) di posisi 1.712,8. Terdapat 67 saham yang naik harganya, dengan 97 saham turun, dan 75 lainnya stagnan. Pergerakan bursa kemarin berseberangan dengan tren bursa kawasan yang masih melemah.

Sektor pertambangan memberi kontribusi besar terhadap kenaikan indeks sebesar 5,15 persen. Sektor pertanian menanjak cukup besar, 4,42 persen. Namun, sektor finansial menunjukkan pelemahan.

Analis saham PT Optima Securities Ikhsan Binarto mengatakan, secara teknikal, indeks akan menguat. Indeks akan membentuk pola bullish dalam jangka pendek. Namun, masih labilnya perekonomian global seiring bangkrutnya sejumlah lembaga keuangan akan membuat indeks membentuk pola bearish dalam jangka menengah. “Indeks kemarin ditopang sektor pertambangan dan perkebunan yang sebelumnya terkoreksi dalam,” ujarnya.

Dia memprediksi, ambruknya sejumlah lembaga keuangan akan membuat USD melemah. Konsekuensinya, USD yang kini jadi buruan investor akan kembali ditinggalkan. “Investor akan kembali ke minyak dan komoditas bila USD melemah seiring kolapsnya sejumlah lembaga keuangan di AS, seperti Lehman Brothers, Washington Mutual, dan AIG,” jelasnya.

Kemarin, kata dia, rencana buyback emiten BUMN memberi sentimen positif ke bursa. “Indikator MACD dan RSI mensinyalkan indeks akan reversal dan mencoba break di level 1.800,” jelasnya. Dia meramal, penguatan lanjutan masih terbuka dengan kisaran 1.730-1.820.

Rencana buyback Antam terus direspons investor. Harga saham Antam terus naik menuju level Rp 1.460 per saham, atau naik Rp 230. Sentimen positif itu diikuti sejumlah saham blue chip yang harganya sudah terperosok dalam, seperti INCO, AALI, dan PGAS. Pemegang market cap terbesar kedua, PT Bumi Resources Tbk, masih turun harganya, menuju posisi Rp 3.225.

This entry was posted on Friday, September 19th, 2008 at 10:15 am and is filed under bisnis indonesia. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply