Bisnis Indonesia : Perbankan-Telekomunikasi Tak Berubah
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengakui, situasi perekonomian global bisa memengaruhi target yang dibebankan pada BUMN. ”Kami tetap melihat harga komoditas dan situasi ekonomi yang tidak seimbang untuk melihat performa yang disumbangkan dalam APBN 2009,” kata Ani, panggilan Sri Mulyani.
Pelaksana tugas (Plt) Menko Perekonomian itu menambahkan, dividen dan setoran dari Pertamina adalah yang paling mungkin untuk ditinjau ulang. Pengaruhnya bisa dilihat melalui sensitivitas harga minyak, nilai tukar, dan kebijakan harga BBM tahun depan. ”Pertamina sangat bisa di-review,” ujarnya.
Selain itu, sektor lain yang juga bisa terpengaruh sensitivitas global adalah energi dan pertambangan. Untuk sektor lain, seperti perbankan, pemerintah masih melihat bisa memenuhi target. Dilihat dari ekspektasi suku bunga tahun depan, menkeu yakin perbankan bisa meningkatkan pendapatan. ”Untuk targer perbankan Rp 4,1 triliun, tidak ada perubahan. Bisa dipertahankan. Kalau ada perubahan, harus ada argumen yang cukup kuat,” tuturnya.
Kondisi yang positif juga diharapkan dari sektor telekomunikasi. Menurut dia, telekomunikasi terbukti tahan terhadap situasi krisis. Pasalnya, kebutuhan atas telekomunikasi selalu ada di setiap waktu, dan diperkirakan naik tahun depan karena menjelang dan menghadapi Pemilu. ”Telkom masih robust. Bahkan, saat krisis pun masih tinggi karena orang telepon dan SMS terus,” katanya *Jawapos
This entry was posted on Wednesday, September 17th, 2008 at 11:30 am and is filed under bisnis indonesia, perbankan, telekomunikasi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

