Trenggiling, Peusing Manis javanica

trenggiling

Tau trenggilingkan itu tuh hewan pemakan semut atau ant eater kalo di barat. Seperti yang kamu lihat di tivi atau media lain, trenggiling merupakan salah satu hewan hewan bersisik yang dilindungi, karena populasinya kian berkurang dari waktu ke waktu. Meskipun begitu trenggiling masih bisa dijumpai di kawasan hutan pegunungan dan dekat pertanian dan di habitatnya seperti kawasan Gunung Simpang, Jawa Barat, hutan Kalimantan dan Taman Nasional Bali Barat.

cegah satwa punah dot com akan memberikan bayangan fisik dari trenggiling ini, Hem … yang pasti tubuh trenggiling ini lebih besar dari kucing dia berkaki pendek dengan ekor panjang dan berat kenapa berat ? ya karena do’i tubuhnya bersisik dan tersusun seperti genting rumah wew. Anehnya Binatang berambut sedikit ini tidak punya gigi. Oh ya kan makannya semut. Jadi gak perlu dikunyah.

Cara untuk memangsa makanannya yang berupa semut dan serangga, trenggiling menggunakan lidah yang terjulur dan bersaput lendir. Panjang juluran lidahnya dapat mencapai setengah panjang badan.
Pada siang hari trenggiling tidur di dalam tanah. Sarang ini biasanya dibuat sendiri atau merupakan bekas sarang binatang lain yang tidak lagi ditinggali.

Ini nih yang keren, untuk pertahanan atau melindungi diri dari serangan musuh, trenggiling menyebarkan bau busuk dan menyengat hidung, lebih parah dari bau kentut! . Ia memiliki zat yang dihasilkan kelenjar di dekat anus yang mampu mengeluarkan bau busuk, sehingga musuhnya lari. FYI Musuh trenggiling adalah anjing dan harimau.

Binatang unik ini berkembang biak dengan melahirkan. Hanya ada satu anak yang dilahirkan seekor trenggiling betina. Lama buntingnya hanya dua sampai tiga bulan saja. Mari bersama cegah satwa punah dot com kita cegah trenggiling ini dari kepunahan.

Archived under binatang, cegah satwa punah, mamalia, mammal, satwa Comments (1)

Monyet hitam berjambul

monyet jambul

Monyet hitam berjambul, satwa endemik dari Sulawesi Utara bersama cegah satwa punah dot com, mari kita cegah dari kepunahan.

indonesia travel

Archived under binatang, cegah satwa punah, kera, mammal, satwa Comments (6)

Badak Sumatra : Dicerorhinus sumatrensis

cegah satwa punah

cegah satwa punah dot com kali ini membahas satwa lain yang harus kita cegah kepunahannya, yaitu Badak Sumatra. Badak Sumatra atau nama latinnya Dicerorhinus sumatrensis merupakan kategori satwa yang sangat dilindungi Pemerintah Indonesia, disamping spesiesnya yang langka yang hanya ada di Indonesia tepatnya di Sabah yang merupakan yang terkecil daripada 5 spesis badak. Badak Sumatra ini mempunyai berat 750 kg dan Badak Sumatra mempunyai dua tanduk pada muncungnya dengan dua lipatan mengelilingi badannya di antara kakinya. Ia mempunyai ketinggian kira-kira 110 – 150 cm. Pada bahu dan mempunyai panjang badan diantara 250 – 280 cm. Kulitnya gelap dan diliputi oleh bulu-bulu pendek yang kasar.

Alasan Badak Sumatra perlu dilindungi adalah :

Badak Sumatra (Dicerorhinus Sumatrensis Harrisoni) telah diumumkan sebagai salah satu dari 12 jenis hewan yang terancam punah di dunia oleh ‘International Union for Conservation of Nature and Natural Resources’, dan kini hanya 48-68 ekor badak saja yang masih mendiami beberapa kawasan tertentu terutamanya di bahagian pantai timur sumatera. cegah satwa punah dot com sangat mengharapkan partisipasi dari seluruh masyarakat untuk melestarikan dan melindungi satwa ini agar tidak hilang dikarenakan perburuan liar.

Jika anda cinta akan satwa Indonesia, mari kita bersama-sama mendukung kampanye cegah satwa punah dot com dan membantu melestarikan satwa Indonesia dari kepunahan dengan cara menempatkan kode ini di blog anda :

Archived under binatang, cegah satwa punah, mammal, satwa Comments (2)